Friday, 29 January 2016

Kisah terbaik sepanjang masa




Pesan untuk bu E.H

Assalamualaikum

............
...............
..................

Aku tidak dapat berucap banyak tapi inilah isi hatiku. Aku teringat dulu ketika bersama teman-teman hendak memulai pelajaran di muholla. Guru menyarankan untuk bersih-bersih terlebih dahulu kemudian berwudhu dan melaksanakan salat dhuha. Kami yang masih remaja dengan kondisi polos sengaja tidak shalat karena shalat itu tidak enak, menyita waktu dan membosankan (hanya itu yang kami pikirkan dulu). Yang lebih parahnya aku bahkan tidak tahu apa itu salat dhuha. Tapi aku diam dan tak mendengarkan terlebih tak mau berterus terang karena aku malu. Aku hanya senang bermain. Kala itu bu guru terdiam dan memulai pelajaran dengan penuh amarah. Aku memakai topi waktu itu. Dengan rasa yang hampir meledak, Ia menyuruhku membuka topi, Aku buka dan kemudian pelajaran dimulai. Ketika ibu menjelaskan Aku sibuk mengurak-arik tasku dan ibu merasa terganggu karenanya. Ibu kemudian semakin memerah dan alhasil aku disuruh keluar dari pelajaran kala itu. Aku sih fine-fine aja (toh aku lebih suka bermain). Semua itu adalah efek ketidakadilan menurutku . La orang lain itu ganteng, aku kan minderan, emang sih aslinya jelek. Tapi apa pantas ada stratifikasi dalam hal kegantengen dan kemudian aku diusir karena tidak ganteng? Ketika memandang wajah Ia langsung jijik tanpa ada rasa kasih sayang, pendekatan, supporting, karena aku butuh itu. Semua orang butuh rasa nyaman. Aku mengharapkan keikhlasan mengajar yang mengarah ke personal disamping kolektif. Aku jadi membenci bu E.H saat itu. Kami semua manusia yang sama. Mohon ibu tutup mata untuk menghindari wajahnya dan mendengar ilmu dalam dirinya. Ketika banyak yang tidak pandai dan kemudian memberontak, bukankah itu karena ilmu mereka yang terlalu sedikit. kenapa harus membenci mereka padahal amanahnya menambahkan ilmu pada mereka. tutuplah mata dan rasakan hitamnya hati kami kala itu dan butuh pencerahan bukan kebencian yang semakin menggelapkan. 

Aku yang sekarang.... (TEREEEET)

Aku kuliah di Politeknik LPP, Yogyakarta. Ya status nya MBBA (Mahasiswa Biasa-Biasa Aja). aku senang teringat cerita itu ketika aku mengerti bahwa semua itu memang rasa kasih sayang ibu kepadaku yang sangat besar. Karena aku telah menemukan bahwa kebenaran bukanlah suatu kebencian. Dalam agama memang kita diamanahkan untuk tidak selalu mengikuti hasrat duniawi, terlebih dalam islam. Maaf kan aku karena selama ini tidak mengerti kebenaran. Seharusnya kumanfaatkan waktuku untuk belajar daripada kuhabiskan untuk bermain. Bu.. Kami lah penerus bangsa, dan tidak ada yang bisa singkirkan kami dari rantai generasi kecuali Allah Subhanallahu wata'ala. Terima kasih telah membimbing kami kala itu. Ibu adalah buah generasi yang membanggakan. Dan ijin kan salah satu dari kami menyambung rantai itu nantinya. Semoga rantai tidak pernah berkarat dan putus (kan masih bisa disambung kalau putus) iya emang, tapi kalau prinsipnya kayak gitu berarti ada niat untuk berhentiin lajunya pertumbuhan (kalo dibahas terus ga akan selesai-selesai hehe). Untuk Ibu E.H saya mohon maaf atas kelakuan saya yang tidak pantas. Untuk ibu E.H. saya mohon maaf dan restui kami semua untuk menggantikan posisi kalian dalam menopang dunia ,. Kami mungkin tidak melakukannya dengan baik, mungkin kami akan roboh, kami tahu generasi ibu juga sama seperti generasi yang sekarang ini dan kami belajar pada itu semua yang kemudian menjadikan kami semakin kuat bagaikan Thor atau Hulk atau spidey yang bisa nemplok sana-sini di hati para wanita. Terima kasih generasi ibu telah menanamkan benih-benih yang baik kedalam hardware kami. Terima kasih. semoga Allah selalu memberikan kesehatan, keselamatan, Pahala yang besar untuk mencapai jannah yang agung. Aku bangga pada ibu dan tentunya pada semua guru di sekolah kita. Terima Kasih 

Assalamualaikum